Friday, March 15, 2013

RDA: pencantuman (recording) data

Abreviasi atau singkatan tidak lagi digunakan dalam RDA dan ini menjadi salah satu kunci utama perbedaan dengan pendahulunya, AACR. RDA menggunakan abreviasi hanya apabila memang tercantum demikian pada bahan yang sedang dikatalog. Untuk lebih detailnya perhatikan contoh-contoh berikut:




Pada contoh dibaris terakhir, punktuasi titik (".") dicantumkan dua kali karena sesuai dengan perubahan instruksi ISBD, "." tetap diperlukan sebagai pemisah elemen. Sebelumnya, ISBD menginstruksikan bahwa jika data diakhiri dengan ".", maka punktuasi "." yang menjadi pemisah dengan elemen data selanjutnya dapat dihilangkan. Hal ini menimbulkan kontradiksi dengan prinsip penggunaan punktuasi pada umumnya di mana "." harus selalu digunakan meskipun harus mencantumkan punktuasi yang sama. Pada kenyataannya, sebagian besar sistem telah menggunakan prinsip pemisahan elemen (delimiter) sehingga meskipun punktuasi "." dicantumkan dua kali tetap akan terlihat satu pada sistem.




Jika pada AACR, penggunaan abreviasi bisa dilakukan sesuai dengan aturan yang ada pada AACR Appendix B, maka pada RDA pencantuman tempat terbit dan nama penerbit sesuai apa adanya sesuai yang ditemukan pada bahan yang katalog. Pada contoh di atas, istilah "Department" adalah corporate body yang bisa dijadikan access point.




Singkatan bahasa Latin yang biasa digunakan AACR untuk menandai penulisan data yang tidak tepat, penghapusan data, atau data tidak ditemukan kini tidak lagi relevan. RDA didesain untuk konteks internasional di mana tidak semua orang mengerti istilah dan makna bahasa Latin. Sebagai penggantinya, RDA menggunakan bahasa alami yang mudah dipahami. Gelar yang mengawali nama tidak dihilangkan dan dicantumkan apa adanya.

RDA 2.4.1.4: Recording Statements of Responsibility
Transcribe a statement of responsibility in the form in which it appears on the source of information. Apply the general guidelines on transcription given under 1.7.



Seperti yang terlihat pada contoh di atas, singkatan untuk data yang tidak diketahui digantikan dengan bahasa alami. Hal ini juga berlaku untuk tahun penerbitan, apabila tidak ditemukan dapat dicantumkan [date of publication not identified]. Meskipun demikian, RDA mendorong cataloger untuk tetap mencantumkan perkiraan tahun terbit sebab bagi RDA data tahun penerbitan merupakan salah satu elemen penting. Mencantumkan perkiraan tahun terbit jauh lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Punktuasi "[]" kini digunakan untuk masing-masing element data dan tidak hanya di awal dan diakhir sebagai single set element data. Ini merupakan bagian dari perubahan punktuasi dalam ISBD karena pada dunia online perjalanan data katalog tidak lagi sebagai satu unit secara keseuluruhan akan tetapi sebagai elemen-elemen tunggal yang bisa digunakan untuk konteks yang berbeda-beda.



Singkatan Latin seperti, "sic" atau "i.e." untuk menandakan adanya kesalahan pengetikan (typographical errors) pada halaman judul tidak lagi digunakan. RDA menginstruksikan mencantumkan kesalahan pengetikan tersebut apa adanya sesuai yang tertera pada bahan yang dikatalog dan mengkoreksi melalui entri judul tambahan (variant title entry) pada field 246. Pengecualian untuk serials, apabila terdapat kesalahan pengetikann maka bisa langsung dikoreksi dengan pertimbangan bahwa mungkin kesalahan terjadi pada satu issue saja. Hal ini sebenarnya juga telah diatur di dalam AACR. Jika dianggap perlu, maka informasi kesalahan pengetikan tersebut dicantumkan pada daerah catatan.


RDA 2.3.1.4 Recording Titles
Exceptions
Inaccuracies. When transcribing the title proper of a serial or integrating resource, correct obvious typographic errors, and make a note giving the title as it appears on the source of information (see 2.20.2.4). In case of doubt about whether the spelling of a word is incorrect, transcribe the spelling as found.



RDA tidak menyarankan pencantuman informasi tambahan apabila informasi tersebut tidak ditemukan pada bahan yang sedang dikatalog. Namun demikian, khusus untuk gambar (picture) yang tidak memiliki judul, maka RDA menginstrusikan cataloguer untuk memberikan judul.



RDA memasukan parallel titles sebagai non-core element yang bermakna tidak harus untuk dicantumkan. Meskipun demikian, jika ingin dicantumkan, makan cataloguer harus mencantumkan keseluruhan parallel title pada field 246.




RDA menghilangkan aturan rule of three. Peoples, families, corporate bodies yang bertanggung jawab atas suatu hasil karya harus dicantumkan dan dibuatkan access pointnya.



Optional omission dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa alami, misalnya "[and three others] seperti yang terlihat pada contoh di atas.




Jika dalam AACR punktuasi "..." atau "[]" yang tertera pada judul harus diubah menjadi "--" atau "()", maka RDA menginstruksikan sebaliknya, yakni mencantumkan apa adanya sesuai apa yang tertera pada bahan yang sedang dikatalog. Namun demikian, jika judul terlalu panjang maka dapat dihilangkan dengan punktuasi "..." dengan catatan, lima kata pertama tidak boleh dihilangkan.

RDA 2.3.1.4 Recording Title
Optional Omission
Abridge a long title only if it can be abridged without loss of essential information. Use a mark of omission (…) to indicate such an omission. Never omit any of the first five words.