Wednesday, December 4, 2019

Sejarah Perkembangan AACR menjadi RDA

Sejarah perkembangan AACR menjadi RDA
Sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1967 sampai dengan terakhir direvisi pada tahun 2002, Anglo American Cataloging Rules atau AACR telah digunakan sebagai pedoman pengatalogan dalam dunia perpustakaan. Selama lebih dari tiga dekade, AACR telah berkembang, beradaptasi, dan berevolusi untuk merespon tantangan dunia informasi. Teknologi informasi membuat dunia bibliografi berkembang cepat dan semakin kompleks  pada 3 aspek yaitu: content, packaging, dan pola distribusinya. Perubahan ini membuat AACR selalu berada dalam tekanan, di satu sisi AACR dianggap terlalu lambat untuk bereaksi terhadap perkembangan dunia informasi, namun pada sisi lain kelemahan struktur logis AACR menjadi  masalah utama yang harus diselesaikan.

IFLA mengidentifikasi adanya kelemahan struktur logis pada AACR awal 90-an. Untuk mengatasi hal tersebut IFLA membentuk sebuah tim untuk mendefinisikan kembali konsep dan tujuan dari pengatalogan yaitu dengan cara mengidentifikasi aspek-aspek penting dalam dunia bibliografi kemudian menghubungkannya dengan perilaku penelusuran informasi dalam sebuah sistem pengatalogan. Dari sinilah kemudian muncul model konseptual Functional Requirement for Bibliographic Record atau FRBR sebagai suatu metode yang baru untuk memahami dunia bibliografi. FRBR itu sendiri bukanlah sebuah standar pengatalogan yang berisi aturan-aturan deskripsi bibliografi melainkan sebuah model konseptual yang menjadi basis dalam menyusun standar pengatalogan. FRBR inilah yang kemudian menjadi fondasi intelektual dari RDA.

Friday, November 29, 2019

Cataloging Tips - DVD

DVD Film Soekarno
Perubahan yang cukup mendasar dalam RDA adalah dihilangkannya konsep GMD yang biasa digunakan pada field 245,  subfield "h" dan digantikan dengan 3 field tambahan 336,337, dan 338, yaitu content type, media type, dan carrier type.

Content type adalah “kategorisasi dari bentuk komunikasi untuk menyampaikan ide dari hasil karya intelektual, misalnya berupa text, spoken word, gambar bergerak, performance, dan lain sebagainya.
Media type kategorisasi dari alat intermediasi yang digunakan untuk melihat, memutar, atau menjalankan content-content hasil karya intelektual atau artistik, misal audio, computer, video.
Carrier type adalah kategorisasi format media penyimpanan untuk content hasil karya intelektual, misalnya audiodisc atau audiocassete

Pada DVD film Soekarno, AACR menggunakan istilah GMD pada field 245. Namun, kini RDA menghilangkan GMD dan menggantinya dengan content type, media type), dan 338 (carrier type). Alasan RDA menghilangkan GMD adalah karena RDA berorientasi pada content sehingga informasi mengenai format dimasukan dalam elemen yang terpisah. Kedua, ketidakkonsistenan AACR dalam penerapan GMD, ada istilah GMD yang mengacu pada content misalnya, music, kartografi, dan ada yang mengacu pada format, seperti micorform, electronic resource. RDA meluruskan ketidakkonsistentan dengan tiga field memisahkan content dan format. Ketiga, RDA memudahkan kataloger ketika mendeskripsikan suatu bahan pustaka karena tidak lagi menghadapi persoalan bias format koleksi.

Field 336 atau content type bersifat repeatable dan bisa digunakan untuk mendeskripsikan unsur-unsur dominan dari suatu content, misalnya sebuah buku berilustrasi, maka pada content typenya text dan still image.

Thursday, November 28, 2019

FRBR dalam Novel & DVD Laskar Pelangi

Hubungan FRBR dalam Novel & DVD Laskar Pelangi
Analisis hubungan antar entitas grup FRBR pada Novel dan DVD Laskar Pelangi dapat dijelaskan sebagai berikut:
  • Work adalah ide atau konsep cerita novel supernova yang kemudian direalisasikan dalam bentuk teks atau novel berbahasa Indonesia yang disebut sebagai expression. 
  • Apabila novel tersebut memiliki versi bahasa Inggris dan juga misalnya memiliki versi audio book atau rekaman suara, maka itu akan menjadi expression baru dari work yang sama. Mengapa? Karena peran penerjemah dalam novel versi bahasa Inggris hanya menerjemahkan saja tidak dan tidak mengubah ide cerita. Begitu juga pada versi rekaman suara, peran narator hanya membacakan saja dan tidak memodifikasi cerita dari novel tersebut. Akan berbeda halnya apabila novel supernova tersebut diadaptasi menjadi sebuah film, maka film tersebut dianggap sebagai work atau karya intelektual yang baru. Mengapa? Karena pada film peran sutradara, penulis naskah, artis, musisi, menjadi lebih dominan dan biasanya juga konsep cerita sudah dimodifikasi. 
  • Apabila novel tersebut diterbitkan oleh penerbit menjadi sebuah buku maka itu disebut manifestation. Manifestation tidak terbatas pada wujud fisik saja, tapi bisa juga objek virtual seperti PDF file. Pada level manifestation-lah, kataloger baru bisa membuat deskripsi bibliografi karena pada level ini telah  memiliki data bibliografi  seperti judul, pengarang, penerbit, deskripsi fisik, dsb.
  • RDA memiliki basis konsep data modelling lebih kuat sehingga memudahkan kita mengidentifikasi hubungan dari suatu hasil karya, misalnya pada equivalent relationship atau duplikasi dari satu hasil karya, misalnya ada karya alih media, reproduksi, dan derivative relationship. Proses identifikasi seperti ini sangat sulit dilakukan jika menggunakan AACR.

FRBR dalam Novel Lord of the Ring

FRBR dalam novel LOTR


Friday, November 22, 2019

Entity Relationship Model in Cataloging #3

Figure 1. Bilingual novel in Indonesian and English

Figure 2. MARC record

Entity Relationship Model in Cataloging #2

Figure 1. A novel, two titles in one manifestation

Figure 2. MARC record

Figure 3. Catalog view

Thursday, November 21, 2019

Entity Relationship Model in Cataloging #1

Figure 1. A work available in print and online

Figure 2. MARC record

Figure 3. Catalog view

Wednesday, September 18, 2019

RDA 3R Project and the New Toolkit

Pada akhir 2017, tim pengembang dan tim editor RDA memulai sebuah proyek perombakan konsep RDA dan RDA Toolkit yang bertujuan:
  • Mendesain ulang fungsi RDA Tookit agar sejalan dengan perubahan lingkungan digital
  • Membuat proses manajamen data di balik layar lebih efisien
  • Meningkatkan fungsi  perangkat editing dan penerjemahan
  • Merevisi penggunaan teks RDA dengan mengacu pada Library Reference Model (LRM) yang diperkenalkan IFLA untuk untuk menggantikan model konseptual FRBR, FRAD, dan FRSAD.
Hasil perubahan desain RDA Tookit mulai dirilis pada tahun 2018 dan pemutakhiran terus dilakukan secara bertahap. Pada Bulan April 2019, versi stabil dari RDA berbahasa Inggris telah dirilis dalam format beta. Versi stabil ini kemudian dijadikan dasar untuk pembuatan pernyataan kebijakan (policy statement) dan penerjemahannya. RDA Toolkit versi ini direncanakan akan dirilis pada tahun awal 2020 setelah RDA Toolkit yang sekarang digunakan berakhir pada akhir tahun 2019. RDA Toolkit terbaru versi beta dapat diakses pada: https://beta.rdatoolkit.org

***
In late 2017, the editors and developers of RDA embarked on a major project to overhaul RDA and the RDA Toolkit.  The project aimed to:
  • Functionally redesign the online Toolkit, to adjust to changes in the online environment
  • Streamline background data management processes
  • Improve editing and translation tools
  • Update the text of RDA to comply with IFLA-LRM (the conceptual model that has replaced FRBR, FRAD, and FRSAD)
A "Beta version" of the RDA Toolkit was released in 2018 and has gradually been updated and added to since then. On April 30, 2019, a final stabilised version of the English text of RDA was released into the BETA version.  This stabilised text will now be used as the basis for writing translations and policy statements.  The final release of the new RDA is expected early in 2020, after which the current RDA will remain live for a year. New RDA Toolkit Beta can be accessed at: https://beta.rdatoolkit.org

See the difference:
New RDA Toolkit (Beta) - Final version to be released on 2020
RDA Toolkit - until the end of 2019

Thursday, March 28, 2019

What is the 3R Project?

The RDA Toolkit Restructure and Redesign (3R) Project adds greater flexibility and utility to RDA Toolkit's display of instructions and RDA-related documents and updates the look and feel of the site. The restructure portion of the project involved a major rebuild of the instruction repository in order to bring it in line with current data management best practices, make RDA data more modular and dynamic, and allow the RSC to track and manage a greater range of metadata associated with the instructions. The redesign portion of the project included adoption of a responsive design and a plan to bring the site in compliance with established accessibility standards. There are also improvements to toolkit navigation, display, and features to create a user experience that is more intrinsically of the web. At the same time, RDA is being edited to bring it in compliance with the IFLA Library Reference Model (LRM).

Get more information about 3R Project at: http://rda-rsc.org/node/551#10 

Monday, March 25, 2019

Revision

The RDA standard and the RDA Toolkit are currently undergoing a major revision, with implementation at the Library expected to take place during 2020. The revision comprises a complete redesign of the online Toolkit, a restructure of the standard to align with the IFLA Library Reference Model, which replaced FRBR, FRAD and FRSAD in 2017, and a consequent rewriting of the instructions.  A beta version of the Toolkit is already available, and the final version of the English text will be released in late April this year.

While not as large scale as the original implementation of RDA in 2013, support and training will still be required in order for staff to correctly interpret RDA and effectively utilise the new Toolkit in their work.   It will also involve revision of policies on RDA, and may involve changes to cataloguing workflows and documentation.