Tuesday, November 30, 2021

MARC, ISBD, AACR, FRBR, RDA, BIBFRAME, RDF, LRM: Evolusi dan Keterkaitannya

Dengan diperkenalkannya FRBR ((Functional Requirements for Bibliographic Records) pada tahun 1998, IFLA (International Federation of Library Associations and Institutions) memperkenalkan sebuah model konseptual baru. FRBR kemudian segera diikuti oleh FRAD (Functional Requirements for Authority Data) dan FRSAD (Functional Requirements for Subject Authority Data). Dengan kehadiran LRM (IFLA Library Reference Model) dan dua standar pendeskripsian lainnya, yaitu RDA Toolkit dan BIBFRAME, dapat membantu cataloger dalam memahami model hubungan entitas dalam kegiatan pendeskripsian bibliografi secara lebih baik. 

Ketika komputer mulai diperkenalkan untuk pengorganisasian informasi, Henriette Davidson Avram, seorang programmer dan analis sistem berhasil mengembangkan format MARC (Machine-readable cataloguing) pada akhir 1960-an. MARC kemudian menjadi standar internasional untuk pertukaran data bibliografi dalam dunia perpustakaan dan informasi. Pada periode yang hampir bersamaan, standar pengatalogan AACR ( Anglo-American Cataloguing Rules) diterbitkan dan edisi keduanya diterbitkan pada tahun 1978. Standar kunci lain yang muncul dalam periode ini adalah International Standard Bibliographic Description for monographic publications (ISBD) yang diterbitkan pada tahun 1971. Standar-standar ini mendominasi aktivitas pengatalogan di Amerika Serikat dan negara-negara lain selama beberapa dekade. 

Kemajuan teknologi yang terjadi pada dekade tersebut semakin mendorong penggunaan komputer dan database online secara masif, seperti OCLC (Online Computer Library Center) dan RLIN (Research Libraries Information Network) untuk mengotomatiskan proses katalogisasi. Selain itu, jumlah dan variasi jenis sumber daya bibliografi yang memerlukan pengatalogan mengalami pertumbuhan secara eksponensial. Peningkatan jumlah terbitan secara global dan kebutuhan perpustakaan untuk mendeskripsikan terbitan tersebut dengan cepat memiliki konsekuensi perlunya penetapan standar pengatalogan tingkat minimal. Untuk alasan ini, IFLA memutuskan untuk mengadopsi standar pengatalogan baru yang lebih berorientasi pada pemrosesan mesin dan aspek manusia. Standard yang dimaksud tertuang dalam publikasi FRBR, FRAD, dan FRSAD.

Studi yang dilakukan IFLA pada tahun 1997 menghasilkan model FRBR yang lebih berfokus dalam memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Kerangka kerja FRBR dibangun di atas landasan tentang bagaimana data yang terkandung dalam cantuman bibliografi  dapat mendukung tugas pengguna, yaitu untuk menemukan, mengidentifikasi, memilih, dan mendapatkan. Konsep tersebut masih tetap relevan hingga saat ini dan telah mengalami pengembangan lebih jauh. Studi juga menemukan bahwa cara terbaik untuk mengidentifikasi bagaimana cantuman bibliografi (dan authority data) dapat memenuhi tugas-tugas ini adalah dengan menggunakan model ERM (Entity Relationship Model) yang dikembangkan oleh Peter Pin-Shan Chen pada tahun 1976.

Teknik analisis entitas FRBR diawali dengan mengisolasi entitas yang menjadi objek kunci dalam cantuman bibliografi. Setelah itu, mengidentifikasi karakteristik atau atribut dari setiap entitas dan hubungan antar entitas yang dianggap penting bagi pengguna dalam merumuskan pencarian bibliografi, mengintepretasikan respon dari hasil penelusuran informasi, dan melakukan navigasi di alam entitas cantuman bibliografi. Sekumpulan entitas kunci yang diperkenalkan oleh model FRBR dikenal sebagai WEMI (Work, Expression, Manifestation, dan Item). Entitas ini tetap dipertahankan dalam konsep pemodelan baru yang dinamakan LRM (Library Reference Model), juga dalam implementasi modern lainnya seperti RDA dan BIBFRAME (Bibliographic Framework).

Dalam perkembangannya, FRBR, FRAD, dan FRSAD kemudian digantikan oleh IFLA LRM yang berakibat pada restrukturisasi RDA Toolkit. Pada bagian pendahuluan draft final LRM 2017 dinyatakan bahwa, “Pemodelan LRM mempertimbangkan aspek-aspek informasi bibliografi yang berkaitan dengan semua jenis bahan pustaka dan sumber daya informasi lainnya yang menjadi perhatian bagi perpustakaan. Model ini berusaha untuk mengungkapkan kesamaan dan struktur yang mendasari sumber bibliografi.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa LRM mendefinisikan ruang lingkup yang luas untuk deskripsi bibliografi dan dimaksudkan sebagai sebuah format yang agnostik.

Library of Congress (LC) dan sejumlah lembaga mitra kini tengah mengembangkan dan menguji BIBFRAME untuk menghasilkan model linked data. Dari beberapa model yang diuji dalam proyek ini, BIBFRAME adalah yang paling jelas dirancang untuk produksi linked metadata RDF (Resource Description Framework). RDF adalah sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk mendeskripsikan sumber daya informasi yang tersedia melalui web dan dirancang untuk dapat dibaca dan dipahami oleh komputer. 

Proses mengekspresikan RDF dalam bahasa komputer dikenal sebagai serialisasi (serialization), dan XML (Extensible Markup Language) adalah format serialisasi paling populer untuk RDF. XML memperluas struktur keterhubungan web dalam menamakan dan mengaitkan hubungan antar objek yang biasanya disebut sebagai triples. Langkah pertama adalah membuat sebanyak mungkin daftar terkendali  makro ( LCSH, Name Authority File, dll.) dan daftar terkendali mikro (kode bahasa, konten dan media, dll.) agar bisa digunakan dalam aplikasi linked data. Daftar kosakata terkendali yang akan digunakan untuk pendeskripsian bibliografi ini perlu diubah dari format cetak atau web ke dalam RDF agar tautan mereka dapat direferensikan oleh URI (Uniform Resources Identifier) dan deskripsinya dapat diakses dalam RDF. Layanan linked data LC (Library of Congress) mulai dikembangkan pada tahun 2007. Tujuannya adalah untuk membuat tautan menjadi otomatis dan dapat lebih ditingkatkan. Layanan ini kemudian dilanjutkan dengan proyek BIBFRAME yang secara eksplisit dirancang untuk membuat RDF triples, entitasnya dan definisinya berbeda dengan RDA. Karena RDA telah dimodifikasi untuk kebutuhan LRM, maka model hubungan entitasnya dianggap lebih bersahabat dengan RDF triples. Pada dasarnya RDF triples adalah metadata yang dibangun dengan struktur "entitas-hubungan-entitas" klasik. Contohnya adalah sebagai berikut: "Charles Dickens"—"adalah penulis"— "Bleak House," yang mengungkapkan hubungan Charles Dickens dengan karyanya yaitu "Bleak House."

(Diterjemahkan secara bebas dengan beberapa perubahan redaksional dari artikel "Bibliographic Conceptual Models and Implementations : Definitions, Evolution, and Relationships" oleh Michele Seikel and Thomas Steele, dimuat dalam Library Resources & Technical Services vol. 64, no. 2 (April 2020)

No comments:

Post a Comment