Thursday, December 9, 2021

LRM E-2 Work

Gambar di atas memperlihatkan perubahan definisi entitas “Work” dalam LRM jika dibandingkan definisi aslinya pada FRBR. Penambahan kata "content of" membuat definisi entitas "Work" menjadi lebih spesifik yang tidak hanya hanya hasil karya secara utuh tetapi juga konten dari sebuah hasil karya. Ide pemikiran ini sebenarnya telah digunakan RDA untuk mendefinisikan entitas “Work”, yaitu dengan mengubah kata “creation” menjadi “content.”

Baik LRM maupun RDA sama-sama mempertahankan gagasan tentang “hasil karya yang berbeda” (a distinct creation) untuk menjelaskan bahwa sebuah "Karya" harus unik dan berbeda dari karya yang lainnya. Konsep ini berbeda dengan BIBFRAME di mana  penyebutan frase "resource reflecting a conceptual essence” (sumber daya mencerminkan esensi konseptual” adalah penggabungan konsep “Work” dan “Expression”. 

Dalam BIBFRAME, konsep “Expression” FRBR dipetakan ke dalam konsep “Work” dan keduanya merupakan satu kesatuan. Konsep ini memposisikan sebuah hasil karya dalam BIBFRAME sebagai tingkat abstraksi yang paling tinggi. Hasil karya dalam pengertian BIBFRAME mencerminkan esensi konseptual dari bahan yang dikatalog, antara lain penulis, bahasa, dan subjek. Hal ini disebabkan karena BIBFRAME didesain sebagai transisi  dari format MARC21 ke format deskripsi bibliografi berbasis linked data sehingga kombinasi ini memungkinkan transisi  dari format yang tidak berdasarkan WEMI menjadi lebih mudah.

Thursday, December 2, 2021

LRM-E1 Res dan Thema

"Res" adalah entitas baru yang diperkenalkan dalam model LRM. "Res" menempati level paling tinggi dalam hierarki LRM dan menginduki semua entitas dibawahnya. Dalam dokumen IFLA LRM disebutkan bahwa "Res" merupakan superclass dari semua entitas yang ada dalam LRM, baik yang telah didefinisikan secara eksplisit maupun yang  belum memiliki label spesifik. FRSAD pernah memperkenalkan konsep "Thema" dan mendefinisikannya sebagai entitas apa saja yang digunakan sebagai subyek dari hasil karya. Dalam LRM, pengertian ini dimodifikasi menjadi lebih general sehingga meliputi seluruh entitas yang ada di alam wacana/pemikiran dan mengubah namanya menjadi "Res" (Latin) atau  yang berarti "Thing" (Inggris). Penggunaan istilah “alam wacana” oleh RDA dalam mendefinisikan pengertian entitas dan "Res", semakin memperjelas setiap entitas RDA merupakan ekuivalen dari "Res". Hal ini berbeda dengan BIBFRAME yang tidak memiliki padanan seperti "Res" atau "Thema".

Tuesday, November 30, 2021

MARC, ISBD, AACR, FRBR, RDA, BIBFRAME, RDF, LRM: Evolusi dan Keterkaitannya

Dengan diperkenalkannya FRBR ((Functional Requirements for Bibliographic Records) pada tahun 1998, IFLA (International Federation of Library Associations and Institutions) memperkenalkan sebuah model konseptual baru. FRBR kemudian segera diikuti oleh FRAD (Functional Requirements for Authority Data) dan FRSAD (Functional Requirements for Subject Authority Data). Dengan kehadiran LRM (IFLA Library Reference Model) dan dua standar pendeskripsian lainnya, yaitu RDA Toolkit dan BIBFRAME, dapat membantu cataloger dalam memahami model hubungan entitas dalam kegiatan pendeskripsian bibliografi secara lebih baik. 

Ketika komputer mulai diperkenalkan untuk pengorganisasian informasi, Henriette Davidson Avram, seorang programmer dan analis sistem berhasil mengembangkan format MARC (Machine-readable cataloguing) pada akhir 1960-an. MARC kemudian menjadi standar internasional untuk pertukaran data bibliografi dalam dunia perpustakaan dan informasi. Pada periode yang hampir bersamaan, standar pengatalogan AACR ( Anglo-American Cataloguing Rules) diterbitkan dan edisi keduanya diterbitkan pada tahun 1978. Standar kunci lain yang muncul dalam periode ini adalah International Standard Bibliographic Description for monographic publications (ISBD) yang diterbitkan pada tahun 1971. Standar-standar ini mendominasi aktivitas pengatalogan di Amerika Serikat dan negara-negara lain selama beberapa dekade. 

Kemajuan teknologi yang terjadi pada dekade tersebut semakin mendorong penggunaan komputer dan database online secara masif, seperti OCLC (Online Computer Library Center) dan RLIN (Research Libraries Information Network) untuk mengotomatiskan proses katalogisasi. Selain itu, jumlah dan variasi jenis sumber daya bibliografi yang memerlukan pengatalogan mengalami pertumbuhan secara eksponensial. Peningkatan jumlah terbitan secara global dan kebutuhan perpustakaan untuk mendeskripsikan terbitan tersebut dengan cepat memiliki konsekuensi perlunya penetapan standar pengatalogan tingkat minimal. Untuk alasan ini, IFLA memutuskan untuk mengadopsi standar pengatalogan baru yang lebih berorientasi pada pemrosesan mesin dan aspek manusia. Standard yang dimaksud tertuang dalam publikasi FRBR, FRAD, dan FRSAD.

Studi yang dilakukan IFLA pada tahun 1997 menghasilkan model FRBR yang lebih berfokus dalam memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Kerangka kerja FRBR dibangun di atas landasan tentang bagaimana data yang terkandung dalam cantuman bibliografi  dapat mendukung tugas pengguna, yaitu untuk menemukan, mengidentifikasi, memilih, dan mendapatkan. Konsep tersebut masih tetap relevan hingga saat ini dan telah mengalami pengembangan lebih jauh. Studi juga menemukan bahwa cara terbaik untuk mengidentifikasi bagaimana cantuman bibliografi (dan authority data) dapat memenuhi tugas-tugas ini adalah dengan menggunakan model ERM (Entity Relationship Model) yang dikembangkan oleh Peter Pin-Shan Chen pada tahun 1976.

Teknik analisis entitas FRBR diawali dengan mengisolasi entitas yang menjadi objek kunci dalam cantuman bibliografi. Setelah itu, mengidentifikasi karakteristik atau atribut dari setiap entitas dan hubungan antar entitas yang dianggap penting bagi pengguna dalam merumuskan pencarian bibliografi, mengintepretasikan respon dari hasil penelusuran informasi, dan melakukan navigasi di alam entitas cantuman bibliografi. Sekumpulan entitas kunci yang diperkenalkan oleh model FRBR dikenal sebagai WEMI (Work, Expression, Manifestation, dan Item). Entitas ini tetap dipertahankan dalam konsep pemodelan baru yang dinamakan LRM (Library Reference Model), juga dalam implementasi modern lainnya seperti RDA dan BIBFRAME (Bibliographic Framework).

Dalam perkembangannya, FRBR, FRAD, dan FRSAD kemudian digantikan oleh IFLA LRM yang berakibat pada restrukturisasi RDA Toolkit. Pada bagian pendahuluan draft final LRM 2017 dinyatakan bahwa, “Pemodelan LRM mempertimbangkan aspek-aspek informasi bibliografi yang berkaitan dengan semua jenis bahan pustaka dan sumber daya informasi lainnya yang menjadi perhatian bagi perpustakaan. Model ini berusaha untuk mengungkapkan kesamaan dan struktur yang mendasari sumber bibliografi.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa LRM mendefinisikan ruang lingkup yang luas untuk deskripsi bibliografi dan dimaksudkan sebagai sebuah format yang agnostik.

Library of Congress (LC) dan sejumlah lembaga mitra kini tengah mengembangkan dan menguji BIBFRAME untuk menghasilkan model linked data. Dari beberapa model yang diuji dalam proyek ini, BIBFRAME adalah yang paling jelas dirancang untuk produksi linked metadata RDF (Resource Description Framework). RDF adalah sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk mendeskripsikan sumber daya informasi yang tersedia melalui web dan dirancang untuk dapat dibaca dan dipahami oleh komputer. 

Proses mengekspresikan RDF dalam bahasa komputer dikenal sebagai serialisasi (serialization), dan XML (Extensible Markup Language) adalah format serialisasi paling populer untuk RDF. XML memperluas struktur keterhubungan web dalam menamakan dan mengaitkan hubungan antar objek yang biasanya disebut sebagai triples. Langkah pertama adalah membuat sebanyak mungkin daftar terkendali  makro ( LCSH, Name Authority File, dll.) dan daftar terkendali mikro (kode bahasa, konten dan media, dll.) agar bisa digunakan dalam aplikasi linked data. Daftar kosakata terkendali yang akan digunakan untuk pendeskripsian bibliografi ini perlu diubah dari format cetak atau web ke dalam RDF agar tautan mereka dapat direferensikan oleh URI (Uniform Resources Identifier) dan deskripsinya dapat diakses dalam RDF. Layanan linked data LC (Library of Congress) mulai dikembangkan pada tahun 2007. Tujuannya adalah untuk membuat tautan menjadi otomatis dan dapat lebih ditingkatkan. Layanan ini kemudian dilanjutkan dengan proyek BIBFRAME yang secara eksplisit dirancang untuk membuat RDF triples, entitasnya dan definisinya berbeda dengan RDA. Karena RDA telah dimodifikasi untuk kebutuhan LRM, maka model hubungan entitasnya dianggap lebih bersahabat dengan RDF triples. Pada dasarnya RDF triples adalah metadata yang dibangun dengan struktur "entitas-hubungan-entitas" klasik. Contohnya adalah sebagai berikut: "Charles Dickens"—"adalah penulis"— "Bleak House," yang mengungkapkan hubungan Charles Dickens dengan karyanya yaitu "Bleak House."

(Diterjemahkan secara bebas dengan beberapa perubahan redaksional dari artikel "Bibliographic Conceptual Models and Implementations : Definitions, Evolution, and Relationships" oleh Michele Seikel and Thomas Steele, dimuat dalam Library Resources & Technical Services vol. 64, no. 2 (April 2020)

Wednesday, October 6, 2021

Mendeklarasikan Hubungan Entitas LRM

 

Format dasar cara mendeklarasikan hubungan entitas dalam LRM menggunakan format sebagai berikut:Entitas A dalam kurung siku kemudian nama relationship dalam kurung sudut dan Entitas B dalam dalam kurung siku, di mana Entitas A berasal domain spesifik tertentu dan Entitas B berasal range spesifik tertentu. Setiap relationship mempunya inverse relationship atau hubungan kebalikannya, misalnya Agent created Work memiliki inverse relationship Work created by Agent

Kardinalitas Entitas LRM

 

Setiap hubungan entitas dalam LRM memiliki kardinalitas untuk menyatakan banyaknya anggota dari sebuah himpunan atau banyaknya range dari sebuah domain entitas tertentu. Misalnya sebuah Res mencakup konsep abstrak maupun objek fisik memiliki penyebutan Nomen. Nomen adalah asosiasi antara entitas dan sebutan yang merujuk padanya dan Nomen merupakan kosakata terkendali. Sebagai contoh, sebuah entitas Person, Habibie (mantan Presiden RI) yang menggunakan string B.J Habibie memiliki kemungkinan beberapa teks string lainnya, misalnya di Rusia name authority untuk string B.J Habibie menggunakan bahasa Rusia, demikian juga di Jepang memiliki format text string-nya dalam bahasanya sendiri. Jadi, sebuah Res dalam hal ini Person memiliki sejumlah Nomen dalam bentuk text string. Dengan mengkonsolidasikan hubungan kardinalitas dalam pemodelan seperti ini maka dapat mengoptimalkan RDA linked data. 

LRM dan Sistem Informasi Bibliografi


Mirip seperti FRBR, titik tolak LRM bermula dari adanya user tasks atau tugas pengguna yang harus difasilitasi dan didukung oleh sistem informasi bibliografi. Pada LRM, definisi tugas pengguna telah mengalami perubahan definisi dan ditambah satu tugas lagi yaitu explore. Definisi yang dijelaskan dalam konsep LRM dapat memberikan batasan-batasan yang lebih jelas dan dapat berfungsi sebagai titik awal pendefinisian entitas, atribut, dan relationship.

Untuk membantu menfasilitasi tugas ini, maka diupayakan sistem informasi bibliografi perlu dirancang untuk dapat: 

  1. Melakukan pencarian efektif dengan menyiapkan elemen-elemen atau fungsionalitas pencarian yang sesuai
  2. Mendukung penilaian relevansi dengan menyediakan informasi yang memadai tentang resources yang ditemukan sehingga pengguna dapat membuat pilihan dan melakukan tindakan selanjutnya
  3. Menyediakan link ke sumber informasi online atau informasi lokasi tempat fisik dari sebuah koeksi berada, termasuk instruksi dan informasi akses yang diperlukan untuk melakukan transaksi atau batasan-batasan yang ditetapkan untuk mengaksesnya. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah menghubungkan antara satu resource dengan resource lain dan membuat koneksi-koneksi yang tidak terduga

LRM Superclass dan Subclass

 

LRM mengunakan struktur hierarkis superclass dan subclass yang diexpresikan melalui "is-A" relationship dalam pemodelan formalnya. Para ahli mengatakan bahwa model ini merupakan mekanisme yang sangat efektif dalam menyederhanakan hubungan antar entitas.  Atribut pada entitas yang berada di atas akan diturunkan pada subclass yang berada dibawahnya tanpa adanya pengulangan atau repitisi. 

Entitas tunggal yang berada pada level paling tinggi adalah Res, sementara itu semua entitas lain yang berada dibawahnya merupakan subclass dari Res baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebanyak 8 entitas adalah subclass langsung dari Res berada pada second level: Work, Expression, Manifestation, Item, Agent, Nomen, Place, Time-span. Kolom third-level memperlihat dua entitas yang merupakan subclass dari entitas Agent, yakni Person dan Collective agent. Namun, Family dan Corporate body tidak lagi termasuk entitas)

Wednesday, March 24, 2021

Dampak Library Refence Model (LRM) terhadap RDA

Perubahan model konseptual dari FRBR ke LRM berdampak secara signfikan pada RDA, antara lain:

  • Pendefinisian ulang dari konsep entitas, user-task, relationship dan lain-lain
  • Perubahan struktur model hierarki entitas menjadi struktur tunggal yang lebih dengan menggunakan istilah superclass dan subclass. Penekanan pada aspek relasional data dengan menggunakan konsep "is-A" relationship
  • Selain mewarisi sejumlah entitas dari FRBR, ada beberapa penambahan entitas baru, yaitu (Res, nomen, agent, collective agent, place, time span). Res adalah entitas tertinggi dalam hierarki yang dapat berupa konsep abstrak maupun objek fisik. Nomen hubungan antara entitas dengan sebutan yang merujuk padanya. Dalam konsep LRM, Agent merupakan entitas superclass, yang menjadi superior dari dua entitas subclass dibawahnya, yaitu person dan collective agent, di mana collective agent terdiri family dan corporate body. Namun, family dan corporate body tidak lagi dianggap sebagai entitas karena tidak memiliki atribut spesifik dan relationship
  • Beberapa entitas dan istilah mulai tidak lagi digunakan dalam aturan pendeskripsian, antara lain, Family, Corporate Body, Identifier, Controlled Access Point, Rules, Agency, Concept, Object, Event
  • Dampak yang paling besar dari penerapan LRM adalah dilakukannya penyusunan ulang struktur dan desain RDA yang dikenal sebagai 3R project (RDA Redesign and Restructure). Project ini dilakukan agar RDA selaras dengan konsep LRM dengan cara memperbaiki struktur data yang mendasari RDA, membuat instruksi-instruksi lebih general, dan mengembangkan pendekatan baru untuk relationship designators

Tuesday, March 23, 2021

LRM sebagai Landasan RDA


Library Reference Model (LRM) yang dikembangkan oleh IFLA adalah model konseptual tingkat tinggi yang mengkonsolidasi tiga model sebelumnya, yaitu FRBR, FRAD, dan FRSAD. Harmonisasi ketiga model konseptual tersebut dilakukan dengan mencari commonalities (keumuman) dalam struktur sumber daya bibliografis. Karena merupakan hasil konsolidasi, maka LRM masih mewarisi sejumlah konsep entitas dan relationship dari model sebelumnya, yaitu dengan mempertahankan sejumlah entitas dan melakukan penambahan beberapa entitas baru, seperti Res, Nomen, dan Agent. Selain itu, dilakukan pula perubahan struktur hierarki dan penetapan definisi baru terhadap sejumlah konsep.

Setelah melalui berbagai proses pengujian dan evaluasi, maka telah menjadi kesepakatan internasional bahwa LRM menjadi dasar untuk membuat peraturan pengatalogan dan sistem bibliografi. Namun demikian, model ini tidak terikat pada standar manapun karena tujuannya adalah untuk membuat konsep semantik umum yang tidak ambigu. Dan yang perlu digaris bawahi adalah bahwa LRM ini sangat dipengaruhi oleh teknologi web semantik untuk mengakomodasi kebutuhan komunitas RDA linked data.

Perubahan FRBR menjadi LRM

Ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi perubahan model konseptual dari Functional Requirement for Bibliographic Record (FRBR) ke Library Reference Model (LRM). Jika dirunut ke belakang, pada awalnya IFLA mengembangkan model konseptual FRBR, kemudian dari sini lahir dua model perluasan yaitu FRAD dan FRSAD. Ketiga model ini saling berkaitan erat karena itu sering disebut sebagai FRBR family. Meskipun demikian, ketiga model konseptual ini dikembangkan secara terpisah oleh tim yang berbeda-beda. Dalam penerapannya di perpustakaan, ada beberapa permasalahan pada model konseptual ini, antara lain:

  • Kesulitan perpustakaan harus mengaplikasikan 3 model ini secara bersamaan, kemudian muncul pertanyaan bagaimana cara mengintegrasikan model ini dalam satu aplikasi. Tidak ada panduan untuk mengatasi kontradiksi yang ada sehingga menyebabkan intepretasi yang tidak konsisten pada penerapannya. 
  • Tingkat granularitas elemen data yang berbeda-beda pada masing-masing grup. Sebagai contoh, FRBR terdiri dari 11 entitas, sedangkan FRSAD hanya terdiri dari 1 entitas (thema)
  • Adanya perbedaan dalam cara memahami entitas pada masing-masing grup. Sebagai contoh, pada FRBR yang dimaksud entitas person adalah individu real yang masih hidup maupun yang sudah tidak ada, sedangkan pada FRAD yang dimaksud entitas person adalah individu real dan karakter fiktif

Sebelum  menjadi LRM sebenarnya sudah FRBR sudah sempat berubah menjadi menjadi FRBRoo (Functional Requirement for Bibliographic Record Object Oriented), untuk mengakomodasi kebutuhan pengatalogan di sektor museum. Perubahan ini terjadi setelah IFLA menerima berbagai masukan dari museum yang disusun dalam  dokumen Conceptual Reference Model (CIDOC CRM) for Museum Information. Namun dalam perjalanannya, pemodelan FRBRoo formal masih sulit diterapkan oleh museum karena konsepnya dianggapp masih berlandaskan formalisme FRBR yang dianggap terlalu spesifik. Akhirnya IFLA memutuskan mengubah konsep FRBR menjadi model tingkat tinggi dengan mengedepankan aspek keumuman (commonalities) dalam pendeskripsian agar tidak lagi terlalu spesifik sehingga bisa diterapkan secara optimal oleh museum. Model inilah yang kemudian dinamakan IFLA LRM yang disepakati secara internasional sebagai dasar penyusunan peraturan pengatalogan dan sistem informasi bibliografi, termasuk RDA. 

Thursday, September 3, 2020

IFLA LRM: Definisi Tugas Pengguna (User tasks definitions)

 In Bahasa Indonesia and English

Tugas

Definisi

Komentar

Menemukan

Mendapatkan informasi mengenai satu atau lebih sumber daya yang diinginkan dengan menggunakan pencarian pada kriteria yang relevan 

Tugas “menemukan” adalah perihal pencarian. Tujuan pengguna adalah untuk memperoleh satu atau lebih dari contoh-contoh entitas hasil pencarian. Dalam proses pencarian, pengguna dapat menggunakan atribut atau hubungan dari sebuah entitas, atau kombinasi dari sejumlah atribut dan atau hubungan entitas. Untuk membantu menfasilitasi tugas ini, sistem informasi  perlu dirancang untuk dapat melakukan pencarian efektif dengan menyediakan elemen-elemen atau fungsionalitas pencarian yang sesuai.

Mengidentifikasi

Memahami sifat alami sebuah sumber daya yang ditemukan dan dapat membedakan dengan hasil karya lain yang memiliki kemiripan

Tujuan pengguna pada tugas “mengidentifikasi” adalah mengkonfirmasikan entitas yang dideskripsikan cocok dengan contoh dari entitas yang dicari atau untuk membedakan dua atau lebih contoh entitas dengan karakteristik yang mirip. Dalam pencarian “item yang tidak diketahui”, pengguna akan berusaha mengenalinya melalui karakteristik dasar dari hasil karya yang ditampilkan. Untuk memfasilitasi tugas ini, sistem informasi akan berusaha untuk mendeskripsikan secara jelas sumber daya yang dicakupnya. Pendeskripsian harus dapat dikenali dan mudah diintepretasi oleh pengguna.

Memilih

Menentukan kesesuaian sumber daya yang ditemukan dan menentukan apakah sumber daya tertentu akan diterima atau ditolak

Tugas “menyeleksi” adalah perihal reaksi terhadap opsi-opsi. Tujuan pengguna adalah untuk menentukan pilihan, dari sekian banyak sumber daya yang diperoleh, untuk kemudian ditelusuri lebih jauh. Persyaratan sekunder pengguna atau Batasan mungkin melibatkan aspek konten, audiens, dan lain sebagainya. Untuk memfasilitasi tugas ini, sistem informasi perlu mendukung penilaian berdasarkan relevansi dengan menyediakan informasi yang memadai tentang sumber daya yang ditemukan sehingga pengguna dapat menentukan dan melakukan tindakan selanjutnya.

Mendapatkan

Mengakses konten sumber daya

Tujuan pengguna dalam tugas “mendapatkan” adalah untuk berpindah dari berkonsultasi dengan pengganti menjadi benar-benar berinteraksi dengan sumber daya perpustakaan yang dipilih. Untuk memenuhi tugas ini, sistem informasi perlu menyediakan tautan langsung ke informasi online, atau informasi lokasi untuk fisik sumber daya, serta instruksi dan informasi akses yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi atau pembatasan akses apa pun

Menjelajah

Untuk menemukan sumber daya menggunakan hubungan di antara sumber daya dan dengan demikian menempatkan sumber daya dalam suatu konteks

Tugas penjelajahan adalah tugas pengguna yang paling terbuka. Pengguna mungkin menjelajah, menghubungkan satu sumber daya ke sumber daya lainnya, membuat koneksi tak terduga, atau membiasakan diri dengan sumber daya yang tersedia untuk penggunaan di masa mendatang. Tugas eksplorasi mengakui pentingnya kebetulan dalam pencarian informasi. Untuk memfasilitasi tugas ini sistem informasi berusaha untuk mendukung penemuan dengan membuat hubungan eksplisit, dengan menyediakan informasi kontekstual dan fungsionalitas navigasi.



Task

Definition

Comment

Find

To bring together information about one or more resources of interest by searching on any relevant criteria

The find task is about searching. The user’s goal is to bring together one or more instances of entities as the result of a search. The user may search using an attribute or relationship of an entity, or any combination of attributes and/or relationships. To facilitate this task, the information system seeks to enable effective searching by offering appropriate search elements or functionality.

Identify

To clearly understand the nature of the resources found and to distinguish between similar resources

The user’s goal in the identify task is to confirm that the instance of the entity described corresponds to the instance sought, or to distinguish between two or more instances with similar characteristics. In “unknown item” searches, the user also seeks to recognize the basic characteristics of the resources presented. To facilitate this task, the information system seeks to clearly describe the resources it covers. The description should be recognizable to the user and easily interpreted.

Select

To determine the suitability of the resources found, and to be enabled to either accept or reject specific resources

The select task is about reacting to possible options. The user’s goal is to make choices, from among the resources presented, about which of them to pursue further. The user’s secondary requirements or limitations may involve aspects of content, intended audience, etc. To facilitate this task, the information system needs to allow/support relevance judgments by providing sufficient appropriate information about the resources found to allow the user to make this determination and act on it. 

Obtain

To access the content of the resource

 

 

The user’s goal in the obtain task is to move from consulting a surrogate to actually interacting with the library resources selected. To fulfill this task, the information system needs to either provide direct links to online information, or location information for physical resources, as well as any instructions and access information required to complete the transaction or any restrictions on access. 

Explore

To discover resources using the relationships between them and thus place the resources in a context

 

 

The explore task is the most open-ended of the user tasks. The user may be browsing, relating one resource to another, making unexpected connections, or getting familiar with the resources available for future use. The explore task acknowledges the importance of serendipity in information seeking. To facilitate this task the information system seeks to support discovery by making relationships explicit, by providing contextual information and navigation functionality. 


Source: IFLA Library Reference Model : A Conceptual Model for Bibliographic Information, page 16.



Monday, July 20, 2020

IFLA: COVID-19 and the Global Library Field

Managing different approaches to restrictions
Libraries in different parts of the world are facing very different situations, from broadly maintaining a full service to complete closure. Drawing on experience around the world, libraries and librarians are finding themselves in one of a number of situations:

Business (more or less) as usual: in some countries, cases of the virus have been limited and governments have not taken any specific measures. Nonetheless, normal recommendations around good hygiene apply. In this situation, libraries are, for example:
  • Ensuring access to soap and warm water
  • Ensuring they have a supply of hand sanitiser
  • Keeping surfaces clean, including toys and library computers
  • Ensuring that staff and users are encouraged to take time to recover if they are feeling ill, rather than coming in to work
  • Providing pages with useful links to reliable information for users on their websites and promoting media literacy faced with potential misinformation online.
Some restrictions: there are more cases, and governments are beginning to act in order to limit larger events, as well as actively encouraging people to take extra measures to protect hygiene. In this situation, libraries are, for example:
  • Reconsidering programming such as storytimes or workshops, especially for groups at risk such as older users. Additional efforts to ensure hygiene, including through disinfecting hard surfaces. Removing riskier items such as toys or virtual reality headsets from circulation. 
  • Considering whether to close study spaces where people may spend a longer time in the company of others.
  • Preparing for potential further restrictions, for example by ensuring that all staff have the skills and tools to work remotely (if this is possible) and that services, as far as possible, can still be provided digitally.
Minimal service: in many countries there are stricter measures still, with tougher limits on public gatherings, specific warnings for people at risk, and closures in the most affected regions. In these situations, libraries are, for example:
  • Fully closing spaces and only offering the possibility to borrow or return books at a counter, or via a book drop. Some countries are experimenting with drive-through pick-up and return of books. Others are only allowing visitors who have pre-booked.
  • Implementing quarantine policies on returned books (see below for further details).
  • Implementing plans to offer remote services for example eLending, eLearning, or support to remote teaching
  • Finalising and testing measures for all staff to work remotely and allowing those who can to do so already.
Full closure: where measures are strictest, libraries have either been forced to close, or have chosen to do so following consideration of the risks to users and staff. In these situations, libraries are, for example:
  • Ensuring that all staff working from home unless completely necessary. Where staff are coming into work, ensuring that they can do so while respecting rules around social distancing
  • Librarians are being reassigned to other duties in other departments within their municipalities, for example using information management skills to support health and social services
  • Providing ongoing communication with users about opportunities to use library resources or services
  • Organising digital story-times where copyright permits
  • Promoting use of digital libraries and other tools - including potentially investing in more content/licences
  • Offering an amnesty on borrowed physical books, and increasing the number of eBooks users can borrow
  • Making library spaces and equipment available for other activities, such as printing personal protective equipment.
  • Raising awareness of digital offers, both on the front pages of their websites, and through putting up posters in the windows of library buildings.
Preparing for re-opening: in a number of countries, there are already steps towards lifting restrictions, at least partially, with libraries potentially part of this. Timings remains uncertain, and clearly safety should be a priority. In this situation, libraries are:
  • Starting to make plans for gradual reopening when rules, permissions and library buildings and resources themselves permit this to happen safely, and making necessary changes to library policies. Carrying out a risk assessment, focused both on library activities and the wider situation, can be a key part of this.
  • Setting limits on numbers of people using the library at any one time, and establishing how to enforce these (for example through advanced booking, ticketing, or using other means of counting numbers of users), as well as preventing situations where people may gather closely together, for example using one-way systems, limiting furniture, keeping reading rooms closed, or continuing to postpone programming, and keeping toilets closed
  • Implementing regular cleaning processes (including through short closures of the library), especially focused on surfaces where the virus appears to be able to last for longest (plastics, metals other than copper), or at least intensifying clearning
  • Developing click-and-collect or drive-through services in order to allow access to books without human contact
  • Developing protocols for how to respond if someone with symptoms is identified in the library
  • Ensuring that staff have the equipment and training necessary to stay safe, including consideration of screens if necessary, limiting contact as far as possible and enabling work from home for as long as possible, and provide regular updates
  • Making clear when it is impossible to open safely, and otherwise ensuring that those taking decisions understand the nature of library spaces, including through a gradual approach to resuming services only when each one is safe
  • Continuing to promote online services and resources in order to limit numbers looking to visit the library
  • Communicate clearly about all any new rules to library users, both online and onsite, and provide regular updates
  • Ensuring that plans are in place for a potential return to lock-down in case of new peaks in infection rates
Source: https://www.ifla.org/covid-19-and-libraries

Wednesday, April 15, 2020

20 Pertanyaan tentang RDA

1. Apakah RDA?
RDA: Resource Description & Access adalah seperangkat elemen data, panduan, dan instruksi untuk membuat metadata koleksi di perpustakaan dan institusi warisan budaya berdasarkan pemodelan internasional dalam format terbaiknya untuk aplikasi linked data yang berfokus pada pengguna. RDA diterbitkan secara online yang dikenal sebagai RDA Toolkit. RDA Toolkit adalah sebuah produk online berbasis browser yang terintegrasi dan memungkinkan pengguna berinteraksi dengan sumber daya maupun dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pengatalogan. Versi asli dari RDA Toolkit adalah yang standar yang saat ini digunakan dalam pengatalogan. RDA Toolkit terbaru versi beta telah dikerjakan sejak tahun 2017. Informasi lebih detil mengenai RDA Toolkit versi beta dan proses peralihannya dapat dilihat pada Toolkit/3R Project FAQ.

2. Apa tujuan strategis RDA?
RDA dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan:
  • Komunitas internasional
  • Komunitas warisan budaya
  • Komunitas linked data
Metadata berbasis RDA bertujuan untuk mendukung penelusuran dan pengidentifikasian sumber daya koleksi perpustakaan dan institusi warisan budaya.

3. Apa kaitan RDA dengan standar lain?
RDA dibuat berdasarkan IFLA Library Reference Model (LRM). Namun, ketika pertama kali rilis, RDA menggunakan model konseptual FRBR, FRAD, FRSAD, yang merupakan pendahulu LRM. 
RDA juga menggunakan prinsip linked data berbasis Resource Description Framework (RDF) dan Dublin Core Abstract Model (DCAM), sebagai tindak lanjut dari pertemuan mengenai model data di British Library tahun 2007. RDA Steering Committee (RSC) memiliki protokol komunikasi untuk berhubungan dengan organisasi standar perpustakaan lainnya, misalnya IFLA Bibliographic Conceptual Models Review Group, IFLA ISBD Review Group, dan the Library of Congress Network Development and MARC Standards Office, di mana setiap hasil keputusan dikomunikasikan dan semua dokumen dibagikan. 

4. Siapakah pemilik RDA?
RDA dimiliki oleh para pemegang hak ciptanya:
  • American Library Association
  • Canadian Federation of Library Associations
  • Chartered Institute of Library and Information Professionals
  • The American Library Association publishes RDA dengan mengatasnamakan para pemegang hak cipta
5. Siapa yang mengembangkan dan mengelola RDA?
RDA Steering Committee (RSC) bertanggung jawab sepenuhnya untuk mengembangkan dan mengelola konten RDA dengan mengatasnamakan Dewan RDA. Setiap revisi, konsolidasi, penambahan, dan perubahan lainya hanya dapat dilakukan dengan persetujuan RSC. RSC dan Dewan RDA memiliki perwakilan internasional yang didukung oleh para pakar di bidangnya. Ketua RSC adalah anggota dari Dewan RDA, dan Ketua Dewan RDA adalah anggota RSC.

6. Bagaimana RDA dikelola?
Setiap perubahan RDA dilakukan berdasarkan rekomendasi dari, 
  • Anggota RSC
  • Badan perwakilan regional RDA melalui anggota perwakilan regional masing-masing
  • Pengguna RDA, (1) melalui badan perwakilan regional, jika disetujui oleh anggota perwakilan regional masing-masing, (2) melalui Wider Engagement Officer, jika mereka tidak terwakili di di dalam badan perwakilan regional.
  • Kelompok kerja RSC melalui ketua RSC
Ada tiga jenis rekomendasi yang dipertimbangkan oleh RSC, yaitu proposal, makalah diskusi, dan perubahan jalur cepat. Semua dokumen yang diserahkan kepada RSC harus dalam Bahasa Inggris. Informasi lebih lanjut mengenai proses formal rekomendasi dapat dilihat pada dua jenis dokumen operasional RSC:
7. Bagaimana cara mengetahui perkembangan RDA?
Standar RDA dimutakhirkan dan direvisi secara berkala. RDA Steering Committee (RSC) mempublikasi perkembangan perubahan RDA secara berkala yangd dapat dilihat pada News and Announcement di website RSC. RSC mempublikasikan  proposal-proposal yang dibuat untuk pengembangan RDA, hasil diskusi,  perubahan yang dihasilkan RDA yang dapat dilihat pada Documents di website RSC.

ALA Digital Reference mempublikasikan perkembangan mengenai RDA Tookit yang dapat dilihat pada News & Information di website RDA Toolkit.

Informasi mengenai riwayat perevisian RDA Toolkit memungkinkan pengguna untuk melacak kembali perubahan-perubahan yang telah dilakukan sekaligus untuk mengakses instruksi-instruksi yang dibuat pada versi awal. Riwayat revisi mempunyai dua komponen, yaitu catatan rilis dan arsip instruksi. RDA Toolkit akan terus menyimpan riwayat perevisian RDA dalam bahasa masing-masing.

Tim Pengembang RDA membuat catatan-cataan aspek teknis dari RDA Vocabularies (daftar istilah) pada blog RDA Registry.

8. Mengapa RDA Tookit versi 2017 dibekukan?
RDA Toolkit yang dirilis pada April 2017 adalah versi final dari pembaruan RDA berbahasa Inggris pada situs RDA Toolkit. Pembekuan teks RDA Tookit versi 2017 dilakukan untuk menciptakan basis yang stabil bagi pengerjaan proyek restrukturisasi dan desain ulang RDA Toolkit (3R Project), yang juga mecakup perubahan pada konten RDA agar sejalan dengan IFLA LRM.

Hasil dari perubahannya dapat dilihat pada situs RDA Toolkit versi beta. Sementara itu, RDA Toolkit yang dibekukan akan tetap menjadi versi resmi RDA yang berlaku sampai 15 Desember 2020, sambil menunggu Toolkit versi beta dirilis sebagai versi resmi RDA. Namun demikian, fitur interaktif dari Toolkit versi awal akan tetap tersedia sampai dengan 2022 untuk mendukung pelatihan-pelatihan yang diperlukan oleh agensi pengatalogan. Informasi lebih jauh mengenai proses peralihan tersedia pada blog Toolkit.

9. Apakah 3R Project?
RDA Toolkit Restructure and Redesign (3R) adalah sebuah proyek yang mengkonsolidasikan sejumlah pengembangan baru dalam hal struktur dan konten RDA Toolkit, termasuk implementasi pemodelan dokumen standar untuk pengelolaan konten, pengintegrasian RDA dengan IFLA Library Reference Model (LRM), dan penambahan fitur-fitur personalisasi. Informasi mutakhir mengenai 3R Project dapat dilihat pada blog RDA Toolkit.

Informasi lebih jauh mengenai aspek-aspek proyek ini dapat dilihat pada 3R Project: Update from 2016 Frankfurt Meeting dan Implementation of the LRM in RDA. Daftar pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQ) mengenai 3R Project dapat dilihat di sini.

10. Bagaimana RDA dapat mendukung linked data?
Entitas dan elemen RDA serta skema-skema pengkodean daftar istilah RDA direpresentasikan dalam Resource Description and Framework (RDF), yang merupakan sintaks linked data terbuka dan web semantik dalam RDA Registry. Entitas dan elemen data terkandung dalam kumpulan elemen RDF. Data istilah yang terkandung dalam daftar istilah nilai RDF menggunakan sistem pengorganisasian pengetahuan sederhana (Simple Knowledge Organization System). Kumpulan elemen dan istilah nilai adalah data bagi RDA Reference dan secara kolektif disebut sebagai RDA Vocabularies.

RDA Registry juga menyediakan seperangkat elemen dan designator yang tidak memerinci entitas-entitas RDA agar bisa digunakan pada aplikasi linked data lain yang tidak menggunakan model konseptual IFLA LRM.  

11. Apakah RDA Registry?
RDA Registry mengandung daftar istilah linked data yang merepresentasikan entitas dan elemen RDA, serta terminologi sebagai seperangkat elemen RDA dan daftar istilah nilai RDA dalam Resource Description Framework (RDF).

12. Apakah RDA Reference?
Yang dimaksud dengan RDA Reference adalah mencakup label, definisi, dan ruang lingkup dari entitas, elemen, dan skema pengkodean RDA. Data RDA Reference dikelola secara berkesinambungan dan dipublikasikan melalui GitHub yang berkoordinasi denan rilis RDA Toolkit. Untuk informasi lebih lanjut, lihat RDA Reference: Data flow and maintenance.

13. Bagaimana penerjemahan RDA dikelola?
Meskipun bahasa asli RDA adalah bahasa Inggris, namun RSC, Dewan RDA, dan para pemegang hak cipta memiliki komitmen tegas untuk terus menginternasionalisasi standar ini. Para pemegang hak cipta bersedia bekerja sama dengan pihak-pihak yang berminat untuk melakukan penerjemahan-penerjemahan baru RDA. Ada dua jenis pendekatan dalam penerjemahan RDA:
  • Penerjemahan penuh untuk seluruh data dan instruksi RDA Reference yang dipublikasikan dalam RDA Toolkit dan RDA Registry
  • Penerjemahan sebagian untuk data RDA Reference yang hanya dipublikasikan dalam RDA Registry. 
Sampai dengan Januari 2020, penerjemahan penuh RDA yang sudah dilakukan antara lain,     
  • Arab
  • Katalonia
  • Finlandia
  • Perancis
  • Jerman
  • Hongaria
  • Italia
  • Norwegia
  • Spanyol
Penerjemahan parsial yang sudah dilakukan, antara lain, 
  • Denmark
  • Belanda
  • Estonia
  • Yunani
  • Swedia
Semua penerjemahan yang dilakukan mengikuti aturan kebijakan penerjemahan RDA danRDA Toolkit.

14. Bagaimana pernyataan kebijakan (policy statement) dalam RDA dikelola?
Pernyataan kebijakan adalah keputusan yang dihasilkan komunitas dalam menentukan opsi-opsi yang diambil dalam RDA. Pernyataan kebijakan dimuat dalam RDA Toolkit dan terhubung dengan instruksi dan panduan RDA pada bagian pratinjau (preview). Mayoritas pernyataan kebijakan dikeluarkan oleh perpustakaan nasional, lembaga profesi dan atau komunitas pakar yang mempunyai kewajiban hukum untuk membuat kebijakan mereka dapat diketahui oleh publik.  RDA Toolkit mendukung kewajiban tersebut dengan memuat dokumen pada bagian kebijakan pada Toolkit. Pernyataan kebijakan dapat disimpan di luar sistem berbayar Toolkit, jika agensi yang bersangkutan menghendaki.

15. Bagaimana data RDA dibahasakan dalam kode dan ditampilkan?
Bahasa pengkodean apapun yang digunakan untuk data RDA harus dapat mendukung integritas entitas dan elemen RDA. RDA mendukung skenario-skenario pengimplementasian dengan mengguna jenis database yang bervariasi. Lihat panduan spesifiknya dalam Toolkit versi beta. RDA Registry menyediakan daftar istilah untuk pengkodean data RDA sebagai linked data untuk web semantik. Penggunaan data RDA untuk penerapan yang bersifat spesifik, misalnya display data, berada di luar ruang lingkup RDA. Data RDA ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dari beragam aplikasi dan komunitas pengguna.

16. Bagaimana hubungan antara RDA dengan MARC 21?
MARC 21 adalah format yang secara umum digunakan untuk pengkodean data RDA. RDA Steering Committee mempunyai protokol hubungan dengan Library ofCongress Network Development and MARC Standards Office sebagai pengelola MARC 21. 

RDA Toolkit menyiapkan pemetaan antara elemen RDA dengan MARC 21 yang dapat dilihat pada bagian Reference Element di setiap halaman elemen. Contoh cantuman bibliografi berbasis RDA yang dibuat dengan MARC 21 dapat dilihat disini. UNIMARC dan format non-MARC lainnya juga bisa digunakan sebagai bahasa pengkodean RDA. RSC tengah merencanakan untuk membuat sebuah solusi pemetaaan bersifat global agar pemetaan antara RDA dengan standar lain (termasuk bahasa pengkodean) dapat dijalankan dan dikelola dengan mudah.

17. Bagaimana RDA bekerja dengan BIBFRAME?
Para pimpinan dari berbagai komunitas telah memulai pembicaraan mengenai interoperabilitas antara RDA dan BIBFRAME pada konferensi tahunan ALA di Washington DC tahun 2019 lalu.

18. Bagaimana saya dapat mengajukan pertanyaan mengenai RDA?
Ada sejumlah daftar email diskusi di seluruh dunia di mana pertanyaan-pertanyaan mengenai RDA dijawab oleh anggota komunitas, namun banyak diantaranya termasuk daftar email RDA-L yang tidak dimoderasi. RSC tidak dapat memberikan jawaban yang bersifat resmi atas semua daftar pertanyaan tersebut karena keterbatasan waktu. Komunikasi resmi dengan RSC dapat dilakukan mengenai perwakilan regional atau Wider Community Engagement Officer dalam hal tidak ada perwakilan regional.

Formulir untuk memberikan masukan disediakan pada blog RDA Toolkit dan dapat pula diakses melalui item menu pada pojok kanan atas di setiap halaman Tookit versi beta untuk memberikan komentar. Pertanyaan mengenai dukungan teknis dan pelanggan, termasuk biaya dan cara berlangganan, perpanjangan langganan, penerjemahan, perizinan dapat dikirim ke email rdatoolkit@ala.org. Pertanyaan mengenai RDA Registry dan penerapan linked dapat dikirimkan melalui daftar email yang tersedia pada website RDA Registry 

19. Bagaimana saya cara mendapatkan training RDA?
Free trial RDA Toolkit tersedia dan dapat digunakan. Contoh pengatalogan RDA dengan menggunakan elemen RDA murni, MARC 21 dan linked data dapat dilihat di sini. Bahan-bahan training lainnya dapat dilihat pada bagian training di RDA Toolkit.

RIMMF (RDA in Many Metadata Formats) adalah sarana gratis untuk membuat data RDA yang dapat diekspor ke berbagai bahasa pengkodean serta dapat digunakan sebagai bahan training linked data RDA dan penerapan skala kecil. Training RDA dalam berbagai metode untuk tingkat regional, nasional, hingga pakar tersedia secara online. Instruksi dasar untuk workshop, pembaruan, dan materi penyegaran diselenggarakan melalui webinar atau secara perorangan dari berbagai organisasi profesi dan dipublikasikan melalui RDA-L

Website RSC memberikan tautan ke sejumlah presentasi mengenai RDA yang dibuat oleh anggota RDA Steering Committee. Presentasi RDA juga tersedia pada channel Youtube. Sejumlah publikasi tercetak yang membahas aspek-aspek RDA, termasuk materi pengantar RDA, RDA: A Guide to the Basics and RDA Essentials dan judul-judul lainnya dapat ditemukan pada ALA Store. 

20. Mengapa akses berlangganan RDA Toolkit berbayar?
Biaya berlangganan ditetapkan untuk menutup biaya produksi dan pengembangan RDA Toolkit. Sedangkan, biaya dari waktu yang digunakan oleh Dewan RDA dan RDA Steering Committee untuk pengerjaan RDA ditanggung oleh institusi tempat mereka bekerja dan tidak dibebankan kepada pengguna RDA. 

RDA Vocabularies yang berisi data RDA Reference dalam RDA Registry untuk penggunaan aplikasi linked data disediakan secara gratis dengan lisensi terbuka. Informasi lebih jauh mengenai RDA Toolkit, termasuk cara berlangganan dan persyaratan sistem, dapat melihat FAQ. Untuk pertanyaan lain mengenai RDA Toolkit dapat mengirimkan email ke rdatoolkit@ala.org

Sumber: RDA Frequently Asked Questions - updated 30 January 2020

Diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia oleh Wishnu Hardi

Thursday, March 12, 2020

IFLA LRM Relationship Overview

Table below summarizes in a concise tabular form the relationships defined in the model. All relationships are refinements of the top-level relationship (LRM-R1), which is given in the first row of the first column. All the other relationships defined in the model are at the same level and are given in the second column. In an expansion of the model, additional second level relationships, as well as relationships at still lower hierarchy levels, may be defined. To make the listing more compact, only the relationship names are given, the inverse names are omitted.




IFLA LRM Relationship Hierarchy
Top Level

Second Level
LRM-R1
RES is associated with RES

--

LRM-R2
WORK is realized through EXPRESSION
--

LRM-R3
EXPRESSION is embodied in MANIFESTATION
--

LRM-R4
MANIFESTATION is exemplified by ITEM
--

LRM-R5
WORK was created by AGENT
--

LRM-R6
EXPRESSION was created by AGENT
--

LRM-R7
MANIFESTATION was created by AGENT
--

LRM-R8
MANIFESTATION was manufactured by AGENT
--

LRM-R9
MANIFESTATION is distributed by AGENT
--

LRM-R10
ITEM is owned by AGENT
--

LRM-R11
ITEM was modified by AGENT
--

LRM-R12
WORK has as subject RES
--

LRM-R13
RES has appellation NOMEN
--

LRM-R14
AGENT assigned NOMEN
--

LRM-R15
NOMEN is equivalent to NOMEN
--

LRM-R16
NOMEN has part NOMEN
--

LRM-R17
NOMEN is derivation of NOMEN
--

LRM-R18
WORK has part WORK
--

LRM-R19
WORK precedes WORK
--

LRM-R20
WORK accompanies / complements WORK
--

LRM-R21
WORK is inspiration for WORK
--

LRM-R22
WORK is a transformation of WORK
--

LRM-R23
EXPRESSION has part EXPRESSION
--

LRM-R24
EXPRESSION is derivation of EXPRESSION
--

LRM-R25
EXPRESSION was aggregated by EXPRESSION
--

LRM-R26
MANIFESTATION has part MANIFESTATION
--

LRM-R27
MANIFESTATION has reproduction MANIFESTATION
--

LRM-R28
ITEM has reproduction MANIFESTATION
--

LRM-R29
MANIFESTATION has alternate MANIFESTATION
--

LRM-R30
AGENT is member of COLLECTIVE AGENT
--

LRM-R31
COLLECTIVE AGENT has part COLLECTIVE AGENT
--

LRM-R32
COLLECTIVE AGENT precedes COLLECTIVE AGENT
--

LRM-R33
RES has association with PLACE
--

LRM-R34
PLACE has part PLACE
--

LRM-R35
RES has association with TIME-SPAN
--

LRM-R36
TIME-SPAN has part TIME-SPAN